Jumat, 01 November 2013

SET INSTRUKSI

SET INSTRUKSI

Set Instruksi 12-bit digunakan untuk mikrokontroler PIC keluarga Low End. Set Instruksi 12-bit terdiri 33 buah instruksi single word. Setiap instruksi terdiri dari opcode dan operand yang dipaket dalam word selebar 12 bit. Set instruksi 12-bit digunakan oleh mikrokontroler berikut ini:

Beberapa di antara set instruksi 12 bit memengaruhi flag. Flag adalah penanda/indikator kondisi tertentu yang dihasilkan sebuah operasi. Flag yang mungkin terpengaruh adalah Z, DC, C, TO dan PD. Flag Z akan aktif jika register W bernilai 0x00. Flag C akan aktif jika ada transisi dari 0xff ke 0x00 dan DC akan aktif jika ada transisi dari 0x0f ke 0x10. Flag TO akan aktif jika waktu tunggu WDT (Watchdog Timer) telah habis. Flag PD aktif jika mikrokontroler memasuki modus SLEEP. Aktifnya sebuah flag ditandai dengan logika "1", kecuali untuk TO dan PD karena keduanya aktif rendah.



DESAIN SET INSTRUKSI 
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah: 
  1. Kelengkapan set instruksi 
  2. Ortogonalitas (sifat independensi instruksi) 
  3. Kompatibilitas : - Source code compatibility - Object code Compatibility 

Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut: 
  1. Operation Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya 
  2. Data Types: tipe/jenis data yang dapat olah Instruction Format: panjangnya, banyaknya alamat, dsb. 
  3. Register: Banyaknya register yang dapat digunakan 4.Addressing: Mode pengalamatan untuk operand


Pengkodean

Set Instruksi 12 bit terdiri dari opcode dan operand. operandnya dapat berupa b, d, f dan k. Operand b lebarnya 3 bit, digunakan untuk menotasikan alamat bit (bit 0 hingga bit 7). Operand d lebarnya 1 bit, digunakan untuk menotasikan tujuan operasi, jika "0" maka hasil tersimpan di register w, jika "1" maka hasil tersimpan di register f. Operand f lebarnya 5 bit, digunakan untuk menotasikan alamat register f (0x00 hingga 0x3f). Terakhir, operand k digunakan untuk menotasikan data literal baik 8 bit maupun 9 bit.

Operand:
NamaLebar (bit)FungsiRangeKombinasi
d1tujuan operasi0 s.d 12
f5alamat register0x00 s.d 0x3f32
b3alamat bit0 s.d 78
k18literal0x00 s.d 0xff256
k29literal0x00 s.d. 0x1ff512

  • Instruksi berorientasi byte terdiri dari opcode, alamat register (f) dan tujuan (d). 6 bit paling kanan digunakan untuk menyimpan opcode, 5 bit paling kiri digunakan untuk menyimpan alamat register dan 1 bit sisanya digunakan sebagai indikator tujuan. pemetaannya adalah sebagai berikut:
  • Instruksi berorientasi bit terdiri dari opcode, alamat bit (d) dan tujuan (d). 4 bit paling kanan digunakan untuk menyimpan opcode, 5 bit paling kiri digunakan untuk menyimpan alamat register dan 3 bit sisanya digunakan untuk menyimpan alamat bit. Pemetaanya adalah sebagai berikut:
  • Instruksi literal dan kontrol terdiri dari opcode dan data literal. Data literal (lebarnya 8 bit hingga 9 bit) ditempatkan paling kanan sedangkan sisanya digunakan untuk menyimpan opcode.

Rincian

ADDWF [Add W and f]
Sintaks: [ label ] ADDWF f,d
Operasi: d = W + f
Flag yang dipengaruhi: C, DC, Z
Penjelasan: Tambahkan W dan f, simpan di d

ANDLW [AND literal with W]

Sintaks: [ label ] ANDLW k
Operasi: W = W AND k
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: hasil operasi AND antara W dan k disimpan di W

ANDWF [AND W with f]

Sintaks: [ label ] ANDWF f,d
Operasi: d = W AND f
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: hasil operasi AND antara W dan f disimpan di d

BCF [Bit Clear f]

Sintaks: [ label ] BCF f,b
Operasi: 0 -> (f)
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Bit b dari register f direset

BSF [Bit Set f]

Sintaks: [ label ] BSF f,b
Operasi: 1 -> (f)
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Bit b dari register f diset

BTFSC [Bit Test f, Skip if Clear]

Sintaks: [ label ] BTFSC f,b
Operasi: Loncat jika (f) = 0
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Jika bit ke b register f bernilai "0" maka loncati baris selanjutnya

BTFSS [Bit Test f, Skip if Set]

Sintaks: [ label ] BTFSS f,b
Operasi: loncat jika (f) = 1
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Jika bit ke b register f bernilai "1" maka loncati baris selanjutnya

CALL [Subroutine Call]

Sintaks: [ label ] CALL k
Operasi: TOS = (PC) + 1; PC<7:0> = k; PC<10:9> = Status<6:5> ; PC<8> = 0
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Pemanggilan Subrutin pada alamat k

CLRF [Clear f]

Sintaks: [ label ] CLRF f
Operasi: f = 0x00
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Isi register f dengan 0x00

CLRW [Clear W]

Sintaks: [ label ] CLRW
Operasi: W = 0x00
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Isi register W dengan 0x00

CLRWDT [Clear Watchdog Timer]

Sintaks: [ label ] CLRWDT
Operands: -
Operasi: WDT = 0x00;
Flag yang dipengaruhi: TO, PD
Penjelasan: bersihkan timer watchdog dan preskalarnya jika ditetapkan.

COMF [Complement f]

Sintaks: [ label ] COMF f,d
Operasi: d = inv(f)
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Komplemenkan register f, simpan di d

DECF [Decrement f]

Sintaks: [ label ] DECF f,d
Operasi: d = f - 1
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Kurangi f, simpan di d

DECFSZ [Decrement f, Skip if 0]

Sintaks: [ label ] DECFSZ f,d
Operasi: d = f - 1 ; loncat jika hasilnya 0
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Jika hasil pengurangan register f nilainya 0, loncati baris selanjutnya

GOTO [Unconditional Branch]

Sintaks: [ label ] GOTO k
Operasi: PC<8:0> = k ; PC<10:9> = Status<6:5>
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Loncat ke alamat k (percabangan tak bersyarat)

INCF [Increment f]

Sintaks: [ label ] INCF f,d
Operasi: d = f + 1
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Tambahkan f, simpan hasilnya di d

INCFSZ [Increment f, Skip if 0]

Sintaks: [ label ] INCFSZ f,d
Operasi: d = f + 1 ->; loncati jika hasilnya 0
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Jika hasil penambahan register f nilainya 0, loncati baris selanjutnya

IORLW [Inclusive OR literal with W]

Sintaks: [ label ] IORLW k
Operasi: W = W OR k
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Hasil opersi OR antara W dan k disimpan di W

IORWF [Inclusive OR W with f]

Sintaks: [ label ] IORWF f,d
Operasi: d = W OR f
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: Hasil operasi OR antara W dan f disimpan di d

MOVF [Move f]

Sintaks: [ label ] MOVF f,d
Operasi: d = f
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: salin register f ke d

MOVLW [Move literal to W]

Sintaks: [ label ] MOVLW k
Operasi: W = k
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Salin literal 8 bit ke W

MOVWF [Move W to f]

Sintaks: [ label ] MOVWF f
Operasi: f = W
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Salin register W ke register f

NOP [No Operation]

Sintaks: [ label ] NOP
Operasi: -
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Diam selama 1 siklus instruksi

OPTION [Load Option Register]

Sintaks: [ label ] Option
Operasi: OPTION_REG = W
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Salin W ke register OPTION_REG

RETLW [Return with literal in W]

Sintaks: [ label ] RETLW k
Operasi: W = k; PC = TOS
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Kembali dari subrutin dengan membawa nilai k di register W

RLF [Rotate Left f through Carry]

Sintaks: [ label ] RLF f,d
Operasi: d = Geser Kiri (f)
Flag yang dipengaruhi: C
Penjelasan: Geser kiri register f, simpan di d

RRF [Rotate Right f through Carry]

Sintaks: [ label ] RRF f,d
Operasi: d = Geser Kanan (f)
Flag yang dipengaruhi: C
Penjelasan: Geser kanan register f, simpan di d

SLEEP [Enter SLEEP Mode]

Sintaks: [ label ] SLEEP
Operasi: WDT = 0x00;
Flag yang dipengaruhi: TO, PD, RBWUF
Penjelasan: Masuki modus SLEEP

SUBWF [Subtract W from f]

Sintaks: [ label ] SUBWF f,d
Operasi: d = f – W
Flag yang dipengaruhi: C, DC, Z
Penjelasan: Ambil W dari f, simpan di d

SWAPF [Swap Nibbles in f]

Sintaks: [ label ] SWAPF f,d
Operasi: (f<3:0>) -> (dest<7:4>); (f<7:4>) -> (dest<3:0>)
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: tukarkan nibble atas dan bawah, simpan di d

TRIS [Load TRIS Register]

Sintaks: [ label ] TRIS f
Operasi: TRIS = W
Flag yang dipengaruhi: -
Penjelasan: Salin W ke register TRIS

XORLW [Exclusive OR literal with W]

Sintaks: [ label ] XORLW k
Operasi: W = W XOR k
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: XOR-kan k dan W, simpan di W

XORWF [Exclusive OR W with f]

Sintaks: [ label ] XORWF f,d
Operasi: d = W XOR f
Flag yang dipengaruhi: Z
Penjelasan: XOR-kan W dan f.

Refrensi:

Minggu, 06 Oktober 2013

ORGANISASI & ARSITEKTUR KOMPUTER

            Saat teknologi yang dipakai pada komputer digital sudah berganti secara dramatis sejak komputer pertama pada tahun 1940-an, komputer kebanyakan masih menggunakan arsitektur Von Neumann, yang diusulkan pada awal 1940-an oleh John von Neumann.
            Ã˜  RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari pembahasan yang akan kami bahas antara lain:
A. Pengenalan tentang Mode Pengalamatan
·       Apa itu mode pengalamatan?
·       Apa saja jenis – jenis mode pengalamtan?
·       Apa kelebihan dan kekurangan dari masing – masing jenis?
B. Pengenalan pada Register Addressing
·       Apa yang di maksud dengan Register Indirect Addressing?
·       Apa kelebihan dan kurangan Register Indirect?
C. Pengenalan Displacement Addressing dan Stack Addresing
·       Apa saja  model displacement?

A. Pengenalan Mode Pengalamatan
         Mode pengalamatan adalah bagaimana cara menunjuk dan  mengalamati suatu lokasi memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi terdiri dari opcode (kode operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.

1. Direct Addresing
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h. Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan kemudian disimpan dalam akumulator. Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori yang mungkin variabel.
Kelebihan dan kekurangan dari Direct Addresing antara lain :
ž Kelebihan
        Field alamat berisi efektif address sebuah operand
ž Kelemahan
        Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word

2. Indirect Addresing
            Mode pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu, menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
Kelebihan dan kekurangan dari Indirect Addresing antara lain :
ž Kelebihan
        Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi
ž Kekurangan
    Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat preoses operasi.

3. Immediate Addresing
            Mode pengalamatan immediate addressing sangat umum dipakai karena harga yang akan disimpan dalam memori langsung mengikuti kode operasi dalam memori. Dengan kata lain, tidak diperlukan pengambilan harga dari alamat lain untuk disimpan. Contohnya: MOV A,#20h. Dalam instruksi tersebut, akumulator akan diisi dengan harga yang langsung mengikutinya, dalam hal ini 20h. Mode ini sangatlah cepat karena harga yang dipakai langsung tersedia.
Kelebihan dan kekurangan dari Immedieate Addresing antara lain :
ž Keuntungan
        Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand
        Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat
ž Kekurangan
        Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat

B. Pengenalan pada Register Addressing
            Register adalah merupakan sebagian memori dari mikro prosessor yang dapat diakses dengan kecepatan tinggi. Metode pengalamatan register ini  mirip dengan mode pengalamatan langsung. Perbedaannya terletak pada field alamat yang mengacu pada register, bukan pada memori utama. Field yang mereferensi register memiliki panjang 3 atau 4 bit, sehingga dapat mereferensi 8 atau 16 register general purpose.

 Kelebihan dan kekurangan Register Addressing :
ž Keuntungan pengalamatan register
        Diperlukan field alamat berukuran kecil dalam instruksi dan tidak diperlukan referensi memori
        Akses ke regster lebih cepat daripada akses ke memori, sehingga proses eksekusi akan lebih cepat
ž Kerugian
        Ruang alamat menjadi terbatas

Register Indirect Addressing
Metode pengalamatan register tidak langsung mirip dengan mode pengalamatan tidak langsung  Perbedaannya adalah field alamat mengacu pada alamat register. Letak operand berada pada memori yang dituju oleh isi register
Kelebihanan dan kekurangan pengalamatan register tidak langsung adalah sama dengan pengalamatan tidak langsung
ž Keterbatasan field alamat  diatasi dengan pengaksesan memori yang tidak langsung sehingga alamat yang dapat direferensi makin banyak
ž Dalam satu siklus pengambilan dan penyimpanan, mode pengalamatan register tidak langsung hanya menggunakan satu referensi memori utama sehingga lebih cepat daripada mode pengalamatan tidak langsung

C. Pengenalan Displacement Addressing dan Stack Addresing
Displacement Addressing adalah menggabungkan kemampuan pengalamatan langsung dan pengalamatan register tidak langsung. Mode ini mensyaratkan instruksi memiliki dua buah field alamat, sedikitnya sebuah field yang eksplisit
Field eksplisit bernilai A dan field implisit mengarah pada register.
Ada tiga model displacement : Relative addressing, Base register addressing, Indexing
ž Relative addressing
Register yang direferensi secara implisit adalah progra counter (PC)
        Alamat efektif relative addresing didapatkan dari alamat instruksi saat itu ditambahkan ke field alamat
        Relativ addressing memanfaatkan konsep lokalitas memori untuk menyediakan operand-operand berikutnya
ž Base register addresing, register yang direferensi berisi sebuah alamat memori, dan field alamat berisi perpindahan dari alamat itu
        Referensi register dapat eksplisit maupun implisit
        Memanfaatkan konsep lokalitas memori
ž Indexing adalah field alamat mereferensi alamat memori utama, dan register yang direferensikan berisi pemindahan positif dari alamat tersebut
        Merupakan kebalikan dari mode base register
        Field alamat dianggap sebagai alamat memori dalam indexing
        Manfaat penting dari indexing adalah untuk eksekusi program-program iterative
Stack adalah array lokasi yang linier = pushdown list = last-in-first-out. Stack merupakan blok lokasi yang terbalik. Butir ditambakan ke puncak stack sehingga setiap saat blok akan terisi secara parsial. Yang berkaitan dengan stack adalah pointer yang nilainya merupakan alamat bagian paling atas stack. Dua elemen teratas stack dapat berada di dalam register CPU, yang dalam hal ini stack pointer mereferensi ke elemen ketiga stack. Stack pointer tetap berada dalam register
Dengan demikian, referensi-referensi  ke lokasi stack di dalam memori pada dasarnya merupakan pengalamatan register tidak langsung.
  
D. Memori
            Di sistem ini, memori adalah urutan byte yang dinomori (seperti “sel” atau “lubang burung dara”), masing-masing berisi sepotong kecil informasi. Informasi ini mungkin menjadi perintah untuk mengatakan pada komputer apa yang harus dilakukan. Sel mungkin berisi data yang diperlukan komputer untuk melakukan suatu perintah. Setiap slot mungkin berisi salah satu, dan apa yang sekarang menjadi data mungkin saja kemudian menjadi perintah.
            Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka. Sebagai contoh: Huruf F disimpan sebagai angka desimal 70 (atau angka biner) menggunakan salah satu metode pemecahan. Instruksi yang lebih kompleks bisa digunakan untuk menyimpan gambar, suara, video, dan berbagai macam informasi. Informasi yang bisa disimpan dalam satu sell dinamakan sebuah byte.
            Secara umum, memori bisa ditulis kembali lebih jutaan kali – memori dapat diumpamakan sebagai papan tulis dan kapur yang dapat ditulis dan dihapus kembali, daripada buku tulis dengan pena yang tidak dapat dihapus.
            Ukuran masing-masing sel, dan jumlah sel, berubah secara hebat dari komputer ke komputer, dan teknologi dalam pembuatan memori sudah berubah secara hebat – dari relay elektromekanik, ke tabung yang diisi dengan air raksa (dan kemudian pegas) di mana pulsa akustik terbentuk, sampai matriks magnet permanen, ke setiap transistor, ke sirkuit terpadu dengan jutaan transistor di atas satu chip silikon.
E. Pemrosesan
          Unit Pengolah Pusat atau CPU (Central processing Unit) berperan untuk memproses perintah yang diberikan oleh pengguna komputer, mengelolanya bersama data-data yang ada di komputer. Unit atau peranti pemprosesan juga akan berkomunikasi dengan peranti input , output dan storage untuk melaksanakan instruksi yang saling terkait.
            Dalam arsitektur von Neumann yang asli, ia menjelaskan sebuah Unit Aritmatika dan Logika, dan sebuah Unit Kontrol. Dalam komputer-komputer modern, kedua unit ini terletak dalam satu sirkuit terpadu (IC – Integrated Circuit), yang biasanya disebut CPU (Central Processing Unit).
            Unit Aritmatika dan Logika, atau Arithmetic Logic Unit (ALU), adalah alat yang melakukan pelaksanaan dasar seperti pelaksanaan aritmatika (tambahan, pengurangan, dan semacamnya), pelaksanaan logis (AND, OR, NOT), dan pelaksanaan perbandingan (misalnya, membandingkan isi sebanyak dua slot untuk kesetaraan). Pada unit inilah dilakukan “kerja” yang sebenarnya.
            Unit kontrol menyimpan perintah saat ini yang dilakukan oleh komputer, memerintahkan ALU untuk melaksanaan dan mendapatkan kembali informasi (dari memori) yang diperlukan untuk melaksanakan perintah itu, dan memindahkan kembali hasil ke lokasi memori yang sesuai. Unit ini berfungsi mengontrol pembacaan instruksi program komputer.
F. Masukan dan hasil
            I/O membolehkan komputer mendapatkan informasi dari dunia luar, dan menaruh hasil kerjanya di sana, dapat berbentuk fisik (hardcopy) atau non fisik (softcopy). Ada berbagai macam alat I/O, dari yang akrab keyboard, monitor dan disk drive, ke yang lebih tidak biasa seperti webcam (kamera web, pencetak, pemindai, dan sebagainya).
            Yang dimiliki oleh semua alat masukan biasa ialah bahwa mereka meng-encode (mengubah) informasi dari suatu macam ke dalam data yang bisa diolah lebih lanjut oleh sistem komputer digital. Alat output, men-decode data ke dalam informasi yang bisa dimengerti oleh pemakai komputer. Dalam pengertian ini, sistem komputer digital adalah contoh sistem pengolah data.
G. Pengalamatan
         Pengalamatan adalah bagaimana cara menunjuk dan  mengalamati suatu lokasi memori pada  sebuah alamat di mana operand akan diambil. Mode pengalamatan diterapkan pada set instruksi, dimana pada umumnya instruksi terdiri dari opcode (kode operasi) dan alamat. Setiap mode pengalamatan memberikan fleksibilitas khusus yang sangat penting. Mode pengalamatan ini meliputi direct addressing, indirect addressing, dan immediate addressing.
            1. Direct Addresing
Dalam mode pengalamatan direct addressing, harga yang akan dipakai diambil langsung dalam alamat memori lain. Contohnya: MOV A,30h. Dalam instruksi ini akan dibaca data dari RAM internal dengan alamat 30h dan kemudian disimpan dalam akumulator. Mode pengalamatan ini cukup cepat, meskipun harga yang didapat tidak langsung seperti immediate, namun cukup cepat karena disimpan dalam RAM internal. Demikian pula akan lebih mudah menggunakan mode ini daripada mode immediate karena harga yang didapat bisa dari lokasi memori yang mungkin variabel.
            Kelebihan dan kekurangan dari Direct Addresing antara lain :
ž  Kelebihan
  • Field alamat berisi  alamat efektif sebuah operand.
ž  Kelemahan
  • Keterbatasan field alamat karena panjang field alamat biasanya lebih kecil dibandingkan panjang word.

            2. Indirect Addresing
            Mode pengalamatan indirect addressing sangat berguna karena dapat memberikan fleksibilitas tinggi dalam mengalamati suatu harga. Mode ini pula satu-satunya cara untuk mengakses 128 byte lebih dari RAM internal pada keluarga 8052. Contoh: MOV A,@R0. Dalam instruksi tersebut, 89C51 akan mengambil harga yang berada pada alamat memori yang ditunjukkan oleh isi dari R0 dan kemudian mengisikannya ke akumulator. Mode pengalamatan indirect addressing selalu merujuk pada RAM internal dan tidak pernah merujuk pada SFR. Karena itu, menggunakan mode ini untuk mengalamati alamat lebih dari 7Fh hanya digunakan untuk keluarga 8052 yang memiliki 256 byte spasi RAM internal.
            Kelebihan dan kekurangan dari Indirect Addresing antara lain :
ž  Kelebihan
  • Ruang bagi alamat menjadi besar sehingga semakin banyak alamat yang dapat referensi.
ž  Kekurangan
  • Diperlukan referensi memori ganda dalam satu fetch sehingga memperlambat preoses operasi.
           
            3. Immediate Addresing
            Mode pengalamatan immediate addressing sangat umum dipakai karena harga yang akan disimpan dalam memori langsung mengikuti kode operasi dalam memori. Dengan kata lain, tidak diperlukan pengambilan harga dari alamat lain untuk disimpan. Contohnya: MOV A,#20h. Dalam instruksi tersebut, akumulator akan diisi dengan harga yang langsung mengikutinya, dalam hal ini 20h. Mode ini sangatlah cepat karena harga yang dipakai langsung tersedia.
            Kelebihan dan kekurangan dari Immedieate Addresing antara lain :
ž  Keuntungan
  • Tidak adanya referensi memori selain dari instruksi yang diperlukan untuk memperoleh operand.
  • Menghemat siklus instruksi sehingga proses keseluruhan akan cepat.
ž  Kekurangan
  • Ukuran bilangan dibatasi oleh ukuran field alamat.

DAFTAR PUSTAKA
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer
  2. http://msgt.files.wordpress.com/2010/01/pengalamatan1.doc
  3. http://inuboa.wordpress.com/category/organization-computer-architecture/